Kedai Buku Jenny
No Result
View All Result
  • PROGRAM
  • CATATAN
  • BUKU
  • PENERBIT
  • ART
  • VIDEO
  • PROGRAM
  • CATATAN
  • BUKU
  • PENERBIT
  • ART
  • VIDEO
No Result
View All Result
Kedai Buku Jenny
No Result
View All Result
  • PROGRAM
  • CATATAN
  • BUKU
  • PENERBIT
  • ART
  • VIDEO
Home Catatan

Mendengar Dokstral dan Berhening Cipta bersama Festivalist di Sekolah Jenny

by KBJamming
May 2, 2026
in Catatan, Program
0
Mendengar Dokstral dan Berhening Cipta bersama Festivalist di Sekolah Jenny
0
SHARES
60
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Di tiga malam terakhir sebelum Ramadhan berakhir April kemarin, saya mengirim pesan ke maspak Farid Stevy menanyakan kapan rencana album baru FSTVLST dirilis. Ia lalu memberi kabar jika album akan dirilis sebentar lagi sambil dan meminta doa agar perilisannya berjalan lancar. Permintaan yang segera saya aminkan. Saya lalu dengan sukarela mengajukan tawaran jika ada yang bisa saya lakukan untuk perilisan album ini. Album yang saya kira akan menunjukkan titik lain dari FSTVLST.

Atas permintaan saya diatas, Farid lalu meminta saya bersiap menyelenggarakan sesi dengar (hearing session) dan untuk teknisnya akan dikabari oleh teman-teman bojakrama yang bermarkas di Surabaya. Bojakrama sebelumnya bekerjasama dengan Farid atas nama Jenny untuk merilis album Manifesto dalam versi piringan hitam. Dan saat perilisan yang, saya kontakan dan diwadahi oleh bojakrama untuk mengisi sesi di perilisan yang hikmat malam itu di JNM, tempat album Manifesto dirilis pada 2009. Karena kerjasama tersebut, saya kira jadi alasan FSTVLST mempercayakan bojakrama untuk memproduksi rilisan fisik album ketiga FSTVLST.

Di pertengahan April kemarin, mas Ega dari bojakrama mengirimkan saya Deck Hearing Session Album FSTVLST. Setelah mempertimbangkan waktu dan hal lainnya, akhirnya kami bersepakat untuk melaksanakan sesi ini di 25 April 2026 di Kedai Buku Jenny. Soal tempat pelaksanaan ini, jujur saya sempat terpikir untuk melaksanakannya di kampus. Alasannya karena ingin membuat nuansa lain. Selain itu, saya kurang yakin teman-teman akan meluangkan waktu untuk datang jika diadakan di Moncongloe yang hitungannya agak jauh dari pusat kota Makassar. Tapi setelah mempertimbangkan jika event terkait musik sudah jarang kami buat di KBJ dan sekalian test case, akhirnya kami membulatkan tekad untuk tetap mengadakan sesi ini di Kedai Buku Jenny yang sekaligus adalah Sekolah Jenny.

Tiga hari sebelum hari H, paket dari bojakrama tiba. Di dalamnya ada dua kaset pita album Paradoks Diametral beserta dua kantong kecil berisi pin dan stiker bergambar logo FSTVLST versi teranyar. Setelah paket tiba, agenda berikutnya adalah membuat poster publikasi event yang saya kerjakan sendiri meski dengan skill yang mentok tak berkembang sejak Jokowi masih jadi presiden. Awalnya di poster yang saya buat ada gambar FSTVLST. Setelah saya mengirimkan hasil desain saya ke komrad, ia meminta saya untuk menghilangkan foto FSTVLST. Alasannya jelas, banyak orang nanti mengira band ini juga akan hadir. Dan betul saja, ketika poster dirilis sehari sebelum hari pelaksanaan event, tanpa ada foto FSTVLST saja, banyak yang masih menanyakan apakah FSTVLST akan hadir atau tidak.

Selain urusan FSTVLST hadir atau tidak, banyak juga yang bertanya soal tanggal. Soalnya di poster hearing session yang dirilis oleh FSTVLST akan dilaksanakan pada 25 April 2026 sama seperti yang saya sepakati dengan bojakrama. Tapi di poster yang KBJ rilis maju sehari. Jadi awalnya saya mengira tanggal 25 itu hari Jumat, ternyata Sabtu. Sementara pada Sabtu itu sudah diagendakan kegiatan lain. Akhirnya kami mesti mengkonfirmasi perubahan ini bahkan sesaat sebelum sesi dimulai.

Masalah tidak selesai disitu. Setelah tau kalau yang akan diputar adalah kaset pita, agenda berikutnya adalah mencari pemutarnya. Sebenarnya dulu kami punya radio tape yang kami beli memang untuk memutar kaset pita tapi beberapa tahun lalu rusak dan tak pernah jadi diperbaiki. Orang pertama yang saya kontak adalah sekretaris Prodi tempat saya mengajar. Selain dosen, ia juga seorang musisi yang menggawangi beberapa band lintas genre di Makassar. Saya yakin dia punya solusi. Betul saja, ia masih punya pemutar kaset pita. Meski suara yang dihasilkan sudah tidak lagi maksimal. Untuk memastikan sendiri, Jumat pagi saya datang ke rumahnya di bilangan Samata Gowa sambil membawa kaset FSTVLST untuk diputar. Alhamdulillah setelah dibersihkan sedikit, radio tape tersebut masih terbilang layak dan segera diangkut.

Setelah Jumatan, saya dan komrad menuju KBJ menyiapkan segala sesuatunya di teras depan yang jadi tempat sesi akan diadakan. Mulai dari mengatur kursi, menyiapkan alat pemutar kaset di area yang beralas rumput sintetis yang setiap Selasa dan Kamis jadi tempat bermain siswa Sekolah Jenny atau peserta ekskul teater anak. Tak lupa meja untuk registrasi dan pembagian merchandise serta hal-hal kecil lainnya. Sekitar pukul 3 sore, satu dua orang sudah hadir di KBJ lalu disusul beberapa yang lain. Beberapa dari mereka mengenakan merch FSTVLST dan band-band lainnya. Sejak orang pertama datang dan tidak saya kenal, kekhawatiran saya acara ini akan sepi langsung sirna. Hingga menuju jam 4 sore, puluhan orang telah berada di halaman depan KBJ. Setelah mengisi kertas registrasi dan mendapatkan merch, mereka mengambil tempat duduk baik di kursi, duduk bersila di area rumput dan beberapa yang agak telat memilih untuk duduk di atas motornya yang terparkir tepat di depan KBJ.

Pukul empat lewat sekitar 10 menit, saya membuka sesi dengan memperkenalkan bahwa nama program ini adalah Hening Cipta. Tujuan program ini adalah untuk membuka ruang yang memungkinkan siapa saja mendengar karya musik dalam bentuk rilisan fisik dan setelahnya siapa saja bisa berbagi pengalaman mendengarnya. Program ini pertama kali diinisiasi sekitar tahun 2017 atau 2018 dan sudah lama tak dibuat. Setelah memperkenalkan KBJ dan Sekolah Jenny, Hening Cipta dimulai. Saya menekan tombol play dan enam lagu di side A mengalir mulus masuk ke ruang dengar kami. Suasananya benar-benar hening. Radio tape butut yang berhias stiker Hits Kitsch yang di beberapa sisinya mulai terkelupas melaksanakan tugasnya dengan baik.

Setelah side A berakhir, saya lalu mengambil kaset dan memutar side B sambil bertanya jika ada diantara teman-teman yang baru pertama kali melihat aktivitas bolak balik kaset. Dan betul, ada yang baru pertama kali mengalami itu. Tak lama enam lagi berikutnya di Side B kembali mengalun. Suasana hening kembali tercipta. Dan ketika lagu Rock Jelek berakhir, seperti ada helaan nafas yang sempat tertahan dan akhirnya dilepaskan. Setelah memberi jeda sebentar, saya lalu mengantar sesi berbagi pengalaman mendengar album baru FSTVLST.

Karena teman-teman sepertinya masih berusaha mencerna apa yang baru saja mereka dengar, saya mengikhlaskan diri untuk berbagi pengalaman mendengar album ini. Tentu saja rasa yang muncul berbeda dengan saat pertama kali diperdengarkan oleh mas Farid beberapa bulan lalu di kediamannya. Saat itu baru 6 atau 7 materi yang telah terekam dan yang lainnya masih dalam versi demo. Sore kemarin itu, saya seperti kembali membenarkan apa yang sebelumnya telah saya dengar. Album ini seperti membawa kita ke dimensi lain dari FSTVLST. Dia seperti mengajak kita kembali menengok ke segala rasa, kesan yang lahir dari karya-karya Jenny hingga FSTVLST dulu.

Beberapa kawan lalu berturut turut berbagi kisahnya sendiri-sendiri. Beberapa sangat personal. Mereka memulai dengan berbagi kisah pertemuannya dengan FSTVLST pertama kali. Ada yang baru bertemu di album II dan kemudian ngulik album Hits Kitsch. Namun pada umumnya telah bertemu FSTVLST sejak album Hits Kitsch. Mereka lalu berbagi bagaimana nomor-nomor di album sebelumnya yang punya arti penting bagi mereka dan rasa itu mereka kembali temukan di di album dokstral ini. Yang lain ada juga yang membahas aspek teknis. Bagi mereka, dibanding dengan dua album sebelumnya, album ini menunjukkan kualitas sound yang semakin maju. Memang tak semua berbagi pengalaman mendengarnya, tapi saya yakin mereka menaruhnya rapi di suatu tempat dalam diri mereka yang semoga jadi sesuatu yang berarti kelak.

Menjelang magrib, Hening Cipta selesai. Saya berbaur dengan beberapa yang saya kenal dan kebanyakan tak saya kenal. Kembali berbagi kesan soal album yang baru saja mereka dengar. Beberapa juga memperkenalkan diri dan tentu saya juga balik memperkenalkan diri. Sejak awal teman-teman ini datang, saya sungguh terharu karena pendengar karya-karya FSTVLST semakin luas dibanding saat pertama kali saya dan beberapa teman-teman memperdengarkan karya Jenny.
Setelah sesi foto selesai, satu per satu teman-teman pamit dan beranjak. Dalam hati saya berterima kasih karena telah membuat KBJ percaya untuk kembali bikin event mikro dan tak perlu terhambat oleh jarak. Dan semoga mereka selalu berbagi cerita tentang kesetaraan dan kebahagiaan yang sederhana. Amin.

Selamat FSTVLST!

Zulkhair Burhan

Tags: bojakrama pressFSTVLSThening ciptaKedai Buku Jennyparadoks diametral
KBJamming

KBJamming

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Tentang
  • Contact

© KBJamming - Almost Book Shop, Barely Art Gallery

No Result
View All Result
  • PROGRAM
  • CATATAN
  • BUKU
  • PENERBIT
  • ART
  • VIDEO

© KBJamming - Almost Book Shop, Barely Art Gallery