Februari 2013 - KEDAI BUKU JENNY

Kami Bersajak

00.32 0
Kami Bersajak

Sejak matahari akan beranjak menuju sore, bersama beberapa teman, kami telah menyibukkan diri di garasi yang bulan lalu kami namai Aaron Swartz Garage. Bagian depan garasi tempat hampir setiap hari kami bercengkrama dan menyambut kedatangan banyak teman, kami sulap menjadi serupa panggung pertunjukan sederhana dengan menggantungkan beberapa kain hitam yang menjulur menyentuh lantai dan meletakkan meja rias bercermin lengkap dengan kursi di depannya. Di atas cermin itu ditempel huruf-huruf dari kertas dengan tulisan Sajakkan Saja #1.

KBJamming

17.42 0
KBJamming


 [Serupa] Press Release KBJamming


KBJamming dan Ruang Alternatif

KBJamming adalah gelaran akustikan bulanan yang diadakan pada akhir minggu oleh Kedai Buku Jenny. Dalam setiap gelaran akan disuguhkan penampilan dari beberapa band indie Makassar yang dibuka oleh penampilan band kampus. Selain menyuguhkan penampilan akustik sebagai acara utama, gelaran ini juga akan dimeriahkan dengan berbagai rangkaian acara, seperti pemeran mini, lapakan D.I.Y dan lainnya.
Gelaran ini kami harapkan dapat menjadi pilihan lain (jika tak ingin disebut sebagai alternatif) ditengah monoton dan tidak bervariasinya model perayaan akhir pekan saat ini. Kami juga bermimpi bahwa gelaran musik berselera dapat digelar di tempat-tempat sederhana dan dapat diakses oleh siapa saja. Sekali lagi, siapa saja!

[PHOTO] Launching Buku "Menakar Limbah Kota"

18.19 0
[PHOTO] Launching Buku "Menakar Limbah Kota"


17.58 0

Kami nyata, tidak BLUR!

17.55 0
Kami nyata, tidak BLUR!

Perfect Sense; Sebuah Ajuan Analisis Bencana, Kekuatan Imajinasi dan Perjuangan Kemanusiaan

03.09 0
Perfect Sense; Sebuah Ajuan Analisis Bencana, Kekuatan Imajinasi dan Perjuangan Kemanusiaan

Pernahkah kita membayangkan dunia tanpa segala indera pada manusia? Bagaimana manusia saling berinteraksi dan menikmati segala anugerah kehidupan? 
Ada sebuah keyakinan yang sampai hari ini masih begitu kuat kita yakini bahwa pada dasarnya kita hidup di dunia yang saling terkait, kita memiliki ikatan dengan semua orang di dunia ini secara utuh baik untuk hal yang baik atau bahkan pada kondisi terburuk sekalipun. Ini adalah sebuah keniscayaan di peradaban yang sedang kita jalani ini. Salah satu bentuk konektifitas antar manusia ini dapat kita jumpai pada ancaman bencana alam atau penyebaran “virus” yang tidak kita kenal dari satu titik geografis ke titik geografis lainnya dan kemudian memunculkan kepanikan.

Fenomena ini dapat kita saksikan pada sebuah film yang berjudul “ Perfect Sense”, sebuah film yang berkisah tentang seorang koki dan seorang epidemiologis yang diperankan oleh Ewan McGregor dan Eva Green. Kisah berawal ditemukannya sebuah virus yang tak bernama dan kemudian menyebabkan hilangannya kemampuan inderawi pada manusia, penyakit ini dimulai dengan gejala psikis berupa kesedihan yag muncul secara tiba-tiba kemudian kehilangan kemampuan “penciuman”, tak berhenti disitu, gelaja “virus” ini berlanjut pada fase selanjutnya yakni kondisi ketakutan dan hilangnya kemampuan perasa sehingga pada moment ini memunculkan kekacauan akibat manusia yang saling berebut makanan. Fase selanjutnya ialah fase emosi yang meledak tiba-tiba dan hilangnnya kemampaun pendengaran hingga pada fase kehilangan kemampuan inderawi terakhir yakni penglihatan.